Life Style

5/cate1/Life Style

Tafakkur

6/cate3/tafakkur

Motivasi

5/cate4/Motivasi

agama

4/cate5/agama

Recent post

Jangan Bersedih

 Jangan Bersedih
JANGAN BERSEDIH
Masihkah  kamu bersedih? Berhentilah!. Cukup membuang-buang air matamu, cukup menjadi lemah hanya karena hal-hal sepele itu Jadilah kuat, siapapun kamu jadilah seseorang yang kuat, karena setiap jiwa ada hati dengan nuraninya masing-masing, nurani untuk menilai berguna atau tidaknya sebuah hal yang pernah singgah di hidupmu, sekarangt, dulu, atau nanti. Bergegaslah dari gelisah dengan apa yang sedang terjadi di hidupmu, berhentilah bermurung diri karena apa yang pernah menimpamu, beranjaklah pergi menuju perbaikan terhadap hati yang sibuk berhati-hati terhadap hal nanti yang terjadinya belum pasti.

Masihkah kamu bersedih? Sedih yang berasal dari keluh kesahmu akan apa yang tidak engkau miliki malah akan semakin mengeraskan hatimu. Bukannya lunak. Mereka punya di genggaman, kau harus punya pemiliknya dalam rangkulan niscaya tuhan akan menyayangimu dengan cara yang terkadang tak pernah terbayangkan olehmu sekalipun. Cukup. Untuk terakhir kali ini saja engkau bersedih karena ketidakpunyaanmu akan apa yang mereka punya. Bukankah Allah memastikan perhitungan terhadap apa yang pernah ia berikan. Saat kamu tidak mendapat bagian dari dunia yang mereka punya hakikatnya kamu sedang terpelihari dari pertanggung jawaban berat di akhirat nanti.



Masihkah kamu bersedih? Sedih yang menyeruak dari orang-orang sekitarmu, mereka yang pernah kau kenal, yang pernah kau cintai, dan sahabat yang mungkin lebih dekat dari saudaramu sendiri. Kita semua punya pilihan untuk mengenal dan mencintai . Teman. Sahabat. Atau siapapun itu. Namun saat telah memilih dan kamu masih di buat bersedih oleh mereka yang berada di sekitarmu bukan mutlak kesalahanmu, mereka saja yang tidak tau caranya bersyukur atas bkehadiranmu. Berlapang dadalah. Air matamu terlalu berharga jika hanya untuk menangisi orang-orang yang pernah kau kenal, tapi berkata buruk tentangmu, mengumpatmu, menghujatmu, padahal kau telah teramat sering bercerita indah tentangnya, bertutur syahdu tentangnya, dan melempar senyum padanya.. Semua yang kau lakukan teramat menentramkan hati bagi orang-orang pada biasanya. Tapi jika yang kau terima berbanding terbalik dengan yang kau beri dapat dipastikan mereka tidak tau caranya bersyukur atas kehadiranmu dalam hidupnya. Maka berbesar hatilah, sembari berdoa agar tuhan menjadikanmu lebih baik dari apa yang mereka asumsikan, mengampunimu terhadap apa yang tidak mereka ketahui, dan tidak menghukummu dengan kesedihan lalu karena ucapan-ucapan yabg pernah mereka lontarkan. Teruslah berbesar hati dan balaslah dengan senyuman dan kebaikan, karena aksi baik akan menimbulkan reaksi yang baik yang mungkin kau saja yang tidak menyadarinya karena terlalu berlarut-larut dalam kesedihanmu.

Masihkah kamu bersedih? Sedih yang membumbung tinggi karena bencana yang menimpamu, musibah yang mahujammu, bencana-bencana yang serta merta merundungmu, kau sering kali merasa jatuh tersungkur setelah semua itu. Menagisi apa yang pernah terjadi di hidupmu tidak akan pernah mengubah semuanya, bahkan lebih parah lagi kau akan memvonis dirimu sebagai manusia yang mendapat diskriminasi dari tuhan, diperlakukan tidak adil. Jangan biarkan hatimu lebam karena hal-hal yang kau hanya melihatnya dari luarnya saja, dan menurut asumsimu saja. Musibah dapat membuatmu hancur,pikirmu. Musibah akan atau bahkan telah merusak hidupmu,sangkamu. Sadarlah, jauh didalam setiap kejadian-kejadian yang pernah terjadi ada hikmah tersembunyi yang bahkan terkadang akal sehat lemah untuk menyelaminya apa lagi untuk menerimanya. Dan mungkin jika engkau menetahui semua itu kau akan menangisi tangismu selama ini, karena telah membuang-buang air matamu karena apa yang kenyataannya bukan seperti perkiraanmu dan juga bahkan akan bersyukur karena itu semua telah terjadi, bukannya menangisi. Dan jika memang kau tidak pernah mengetahui hikmah di balik semua itu tetap jangan menangis, karena apapun kejadiannya Allah tetap akan kembali pada kebiasaanya. Bkankah sudah teramat biasa semenjak lahirmu hingga dewasamu ia melimpahkan rahmat dan nimatnya kepadamu, mengukir kurva di bibirmu, dan menabur bahagia yang kemudian tumbuh subur di hatimu.

https://umdah.mudimesra.com/2019/07/seberapa-banyak-kebaikanmu-yang-orang.html

Masihkah kamu bersedih? Terkadang hal yang membuatmu menangis adalah alasan untuk orang lain tersenyum. Dengan caraNya sendiri. Apa saja yang tidak kau ketahui bukan berarti tidak pernah terjadi. Seringkali yang terlihat bukan sebagaimana adanya , yang kerap kali membuatmu menangis padahal harus tersenyum, menimbulkan duka padahal harus bahagia. Sekarang mulai saat ini untuk hal yang remeh temeh seperti itu (menurutku) ,Jangan Menangis.LIHIBBIK
Juanda Saputra (5B)

TIDAK ADA DI SINI SAKARATUL MAUT IBU

Tidak ada di sini sakaratul maut ibu

TIDAK ADA DI SINI SAKARATUL MAUT IBU

Hasan  adalah seorang anak yang sangat berbakti kepada ibu bapaknya .Semenjak kepergiaan ayahnya,dia semakin berbakti kepada ibunya, karena ibunya adalah orang tua satu-satunya yang dia punya di dunia selain ayahnya.Hasan sekarang duduk di kelas tiga SMA, dia berkeinginan apabila menamatkan SMA nanti akan kuliah di Universitas Amerika.
Hasan selalu membantu ibunya di pasar untuk berjualan ketika pulang dari sekolah ia langsung mengganti baju dan menuju ke pasar,ia tidak pernah sempat bermain dengan temannya karena sibuk di pasar.Pernah suatu hari temannya menyindirnya,karena semua teman sekelasnya sudah punya pacar ,tetapi hasan sendiri yang masih jomblo,namun Hasan tidak meragukan apa yang di katakan temannya.

Tibalah hari kelulusan SMA di sekolahnya SMA 01 Cirebon.Para wali murid kelas tiga di undang untuk menghadiri acara perpisahan, acara tersebut berjalan dengan lancar, tibalah waktu pengumuman siswa\i terbaik dan terdisiplin di sekolah yang akan mendapat beasiswa kuliah di universitas luar negeri sampai lulus S3,naiklah kepala sekolah ke panggung untuk memberi penumuman tersebut.Seluruh murid dan wali murid mendengarkan siapakah yang akan mendapat beasiswa tersebut.Para murid mengharapkan agar merekalah orangnya ,brgitu juga para orang tua mengjarapkan anak mereka yang mendapatkannya.

https://umdah.mudimesra.com/2016/08/gambaran-sakaratul-maut.html

Diantara banyak siswa tersebut, dipanggillah nama Hassanurrusli sebagai siswa terbaik dan terdisiplin yang akan mendapat beasiswa keluar negeri,ibunya pun mendengr namanya di panggil,seketika air mata meleleh mebasahi kedua pipinya.
Sebulan sebelum keberangkatan Hasan ke Amerika, ibunya mengajak ke pengajian di mesjid raya di kampungnya.Debgab sebabg hati Hasan mau dan menurut, namun Hasan dan ibunya datang terlambat ke pengajian tersebut, sesampainya di sana Hasan terkejut saat melihat anak seusianya sudah mapu mengisi pengajian di Mesjid raya, sedangkan ia menjadi imam di rumah saja belum bisa, karena itu dia sangat malu pada dirinya sendiri.Selesai pengajian Hasan menjumpai ustadz yang mengisi pengajian tadi.”Assalamualaikum ustadz” sapa hasan.”wa alikum salam nak, ada apa ya?”.Tanya ustadz. “saya mau bertanya , kenapa umur semuda ustadz sudah bisa mengisi pengajian seperti tadi?”.Hasan bertanya keheranan.”oh itu, masuk pesantren dan mempelajari ilmu agama di sana”.Pungkas ustadz. Ketika mendengar perkatan ustadz tadi Hasan tidak bisa tidur malam itu.Dia bingun, akan kuliah keluar negeri atau mengaji keluar daerah saja. Beberapa lama kemudian dia pun memutuskan untuk pergi mengaji.Dengan hati yang senang diapun mencari di Youtube tujuan pesantren yang akan di masukinya.Dan ia menemukan pesantren MUDI Mesra Samalanga Aceh.
Keesokan harinya,Hasan menjumpai ibunya untuk mengungkapkan isi hatinya bahwa ia ingin mengaji keluar daerah ukan kuliah. Ibunya sangat terharu.”Nak!,masa depan kamu sendiri yang menentukan, apabila mengaji yang menjadi pilihanmu maka silakan, ibu siap mengantarkanmu ke pesantren”.Seminggu kemudian Hasan dan ibunya pun menuju ke pesantren MUDI Mesra. Sesampainya ke pesantren, betapa Hasan bahagia karena cukup menyejukkan hatinya dan ia pun semakin tertarik dengan pesantren.

Seiring berjalannya waktu, Hasan telah melewati berbagai suka dukanya di pesantren, Hasan pun telah lulus, dan naik ke kelas 7. Karena sudah beberapa lebaran ia tidak pulang ke kampung halaman, betapa merindunya hasan akan kampung halaman dan ibu yang ia cintai, maka ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Cirebon.Berbagai oleh-oleh di persiapkannya untuk ibunya.Sesampainya di rumah, betapa terkejutnya Hasan ketika melihat di depan rumahnya di gantung bendera kuning dan rumahnya di penuhi warga sekitar.Tangisan yang terdengar dari dalam rumah begitu memilukan, Hasan tetap melanjutkan langkahnya menuju ke rumah dengan hati gundah.Beberapa warga terlihat sedang mempersiapkan kain kafan yang akan di potong.
Setelah sampai ke dalam rumah betapa hatinya bagai dicabik-cabik sembilu, pikirannya bagai di pukuli palu godam besar yang menimpakan berton-ton kesedihan ke hatinya, ketika dua matanya tertuju ke sesosok tubuh yang terbaring lemah tak berdaya, sosok yang telah merawatnya sejak kecil, tubuh yang sudah sekian lama sejak dia di pesantren  tak pernah dilihatnya lagi, namun sekarang saat dia pulang melepas rindu malah sembilu yang menusuk sukma ketika melihat ibunya yang sudah tidak bernyawa. Dan yang lebih menyayat hatinya lagi, saat sakratul maut ibunya, Hasan tidak berada di sampingnya.Air mata yang sedari tadi telah sembab di matanya semena-mena menjadi lautan di pipinya.Kalut.Sedih.Pilu.Bahkan ia sendiri tidak tau apalagi yangt sedang di rasakannya. Namun Hasan bangga. Ia mengurusi setiap prosesi jenazah ibunya hingga acara takziah berlangsung tujuh hari. Ilmunya yang telah di kumpulkan sejka lama di pesantren benar-benar telah membuat ibunya bangga. Tak henti-hentinya ia merapal doa pada tuhan untuk kebahagiaan ibunya di alam sana, agar di tempatkan oleh Allah swt di tempat terindah di sisinya.Amin ya rabbal alamin.

https://umdah.mudimesra.com/2016/01/detik-detik-kepulangan-rasulullah.html


Kompetensi Guru Faktor Utama Keberhasilan Murid




umdah.mudimesra.com Dalam ranah proses belajar mengajar,peran seorang guru sangat penting utuk membujuk karakter
muridpada dasarnya,setiap murid memiliki hati yang lembut,tetapi disaat murid dihadapkan pada
kondisi yang tidak sesuai dengan ekspetasinya secara spontan pikiran nya akan memberontak dan
berefek dalam setiap perilaku murid.disinilah dibutuhkan kebijaksanaan seorang guru dalam
menanggapi perilaku muridnya,seorang guru harus mencari cara yang efektif dan mengontrol perilaku muridnya agar tidak melewati batas.

Banyak kita perdapatkan sekarang,segelintir guru yang kurang tempat dalam mengambil
sikap,sehingga murid bukan malahan berobah kearah yang lebih baik,tetapi berbelok ke arah semakin
membangkan.Seharusnyaseorang guru lebih jeli dalam memahami kondisi mental muridnya,jangan
hanya menilai dari sebelah pihak tampa menggubris keadaan murid.

Umar bin ahmad Barjak,dalam kitabnya (Akhlak lilbanin) mengutarakan:
وان تتاسمح في جميع الامور,وتعاملهم باللطف والابتسام وتساعد هم علي حصول حاجاتهم..

“seyogyanya bagi seorang guru harus memiliki toleransi yang tinggi dalam semua aspek,sehingga saat
muridnya melakukan kesalahannya,seorang guru harus mendengarkan alasan yang diutarakan oleh
murid dan mempertimbangkan nya.seandainya asalan sang murid bisa di tolerir,guru harus
menerimanya,jangan terlalu mempetingkan pandangan nya sendiri,tampa memperdulikan keadaan
murid dan jangan berprasangka buruk terhadap murid.”

Dan seandainya murid tersebut benar benar salah,Sikap yang paling efektif yang harus dicoba oleh
seorang guru adalah menegurnya dengan lembut dan dengan senyuman.Sangat tidak baik bila seorang guru langsung menegur muridnya dengan nada yang tinggi dan mengucapkan kata kata yang tidakpantas hingga memicu emosi untuk membantah dan melawan,Hasilnya hubungan antara guru danmurid menjadi renggang,Akibat yang paling berbahaya adalah kedua belah pihak saling menyimpan yang namanya dendam.

Yang terpenting bagi seorang guru harus mengetahui skill/kemampuan yang dimiliki muridnya dan
memberi motivasi kepada murid agar memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkan cita citanya,Bila
perlu guru berusaha keras dalam membantu murid dalam setiap kebutuhan untuk mencapai
keinginanya layaknya orang tua yang menginginkan kesuksesan anaknya,para guru juga jangan
mempersempit ruang gerak murid dalam berkreasi selama tidak meyeleweng dari peraturan yang
ditempatkan dalam suatu lembaga pendidikan.

Saat murid berakhlak buruk,langkah yang harus diambil oleh guru ialah menasehatinya dan
menegahnya berakhlak buruk melalui sindiran dan tidak dihadapan khalayak ramai.tidak baik
menegurnya secara jelas karena akan berakibatfatal diantara nya meruntuhkan kewibaan seorang guru

Dimata murid,sebagaimana yang dipahami dari kalam Imam Alghazali dalam kitap Al mursyidul amin
yang intinya menyatakan:
“setiap perilaku guru menjadi suatu suri teladan bagi murid,sebaiknya bagi seorang guru sebelum
memerintah muridnya untuk melakukan suatu kegiatan lebih dulu mempraktekkannya sendiri,karena
teladan dengan perbuatan lebih meresap dibandingkan teladan dengan perkataan”

Lebih lebih lagi tabiat manusia saat diberi instruksi,dia akan memperhatikan aktifitas orang yang
memberi instruksi,Apakah dia ada mengerjakannya juga atau Cuma memerintahkan orang lain?

Sebagaimana diungkapkan oleh Imam Ghazali:

الاقتداء بالافعل اكد من الاقتداء بالاقوال
Bila seseorang guru merealisasikan semua ini dalam praktek kehidupan,tidak diragukan lagi dia akan
dihormati dan dicintai oleh muridnya,dan akan dijadikan pedoman dan panutan.Sebaiknya,jika guru
gagal mempraktekkan ini,dia akan dibenci dan dianggap musuh oleh murid, bila sudah seperti ini dia
akan menjadi seperti burung yang patah sayapnya.


Halaqah Lampoh Soeh

Kisah setelah 33 Tahun



Umdah.mudimesra.com Abu Ali Syakik bin Ibrahim yang lebih dikenal dengan Syaqiq Al Balqi merupakan seorang guru besar sufi Khurasan. Beliau merupaka guru ari pada Hatim Al Asham yang wafat pada 149/810 M. Hatim belajar dari gurunya selama 33 tahun.

Pada suatu hari Syakik bertanya padanya. “Wahai Hatim selama engkau berguru kepdaku, ppelajaran apa yang telah engkau raih ? “
Hatim menjawab dengan penuh ta’zim “ Ia telah mendapat delapan pelajaran dari 33 tahun yang telah ia jalani” Ketika mendengarkan jawaban Hatim Syakik berkomentar “ Apakah hanya 8 ilmu saja ?
1.      Dengan penuh ketegaran hatim menjelaskan 8 ilmu tersebut kepada gurunya.

Ketika aku melihat makhluk di dunia ini. Aku melihat setiap mereka memiliki kekasih yang selalu saja bersamanya. Namun sayang ketika dia telah masuk ke dalam kubur maka kekasih yang mencintainya meninggalkan dia, berpaling. Lalu dia kecewa karena demikian. Karena itu aku ingin amal menjadi kekasihku sebab amal akan selalu menajdi kekasih yang sejati kemana sajakan bersamaku sekalipun aku dikuburkan.

2.       Saya mendapat perenungan dari pada firman Allah SWT . Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (QS An-Naziat 40-41).  Maka saya selalu merasa harus menundukan hawa nafsu, hingga nafsu saya tegar dan tenang. Tidak goyah diatas ketaatan.

3.      Saya memperhatikan manusia dan saya amati mereka masing masing memiliki sesuatu yang berharga. Mereka menjaganya agar tidak hilang. Kemudian saya membaca firman Allah ” Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”  Oleh karena itu saya merasa setiap yang saya miliki yang berharga segara aku serahkan kepada Allah agar ia terjaga dan tidak pernah hilang.

4.      Saya memperhatikan manausia dan saya melihat mereka membanggakan harta atau nasab atau kedudukannya. Kemudian saya membaca firman Allah SWT “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa”. ( Al Hujarat 13). Maka aku berbuat dalam koridor taqwa. Hingga aku bisa menajdi orang yang mulia disisi Allah

5.      Saya melihat manusia, sebahagian mereka kadang mencela yang lain. Saya menyadari ini adalah sebab dari hati yang dengki. maka saya berusaha untuk meninggalkan segala jenis penyakit hati. Dan menghindar dari banyak orang karena saya tahu pembagian rezeki itu benar benar dari Allah. Tidak layak aku saling iri terhadap nikmat yang Allah berikan kepada mereka.


6.      Ketika kupandangi masnusia mereka ada diantara mereka yang suka berperang, bermusuhan satu dan yang lain  lalu aku meliahat firman Allah :
“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (Fathir 6).  Maka aku tinggalkan permusuhan diantara manusia. Dan aku pandang bahwa setan adalah musuh satu satunya. Aku bertahti hati padanya karena Allah yang menyatakan bahwa setan itu musuh.

7.      Saya melihat manusia dalam mencari rezki menghinakan keadaan mereka.  Segala cara mereka tempuh. Dan aku merenungi firman Allah “ Dan tidaklah satu binatang melatapun di bumi melainkan Allah yang menanggung rizkinya.” (Hud 11).

 saya kemudian menyadari bahwa saya adalah salah satu makhluk melata. Sehingga Allah pasti menanggung rizki saya. Dan saya menyibukan diri apa yang menjadi hak Allah dan saya tinggalkan hak saya atas Allah . Meninggalkan apa apa yang tidak dibagikan kepadaku.

8.      Saya melihat kadang betwaqal kepada sesama makhluk. Meynadarkan hidup mereka kepada tanah sawah, ladang perniagaan, kesehatan dan kadang mereka menyimoan tabungan.  ” Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” . Maka saya kemudian menyerahkan diri dan percaya semua urusan saya kepada Allah . cukup allah yang akan mencukupi semuanya.

Setelah mendengar penjelasan sang murid, Imam Syaqiq al Balki mendoakannya. Semoga Allah memberi berkah terhdap hidupmu. ..

Siti Rauza





Ternyata Zombie adalah Pahlawan Islam Brazil


umdah.mudimesra.com . Selama ini Anda mengenal “Zombie” di film-film Hollywood atau permainan (games) baik di komputer atau smartphone yang diperkenalkan oleh dunia Barat sebagai mayat hidup menyeramkan yang tidak mempunyai hati atau pikiran serta bernafsu memakan manusia atau makhluk hidup bernyawa.

Bahkan, Zombie diibaratkan atau digambarkan sebagai makhluk jahat yang harus dibasmi atau dilawan. Kaum kafir Barat mengilustrasikan Zombie sebagai mayat hidup yang tidak memiliki kebaikan sedikit pun. 

Namun demikian, Anda pasti terkejut, ternyata Zombie merupakan pejuang Islam di wilayah Amerika Selatan, tepatnya di Brazil. Berikut, fakta sebenarnya, sejarah Zombie ‘Si Pahlawan Islam’. 

Zombie merupakan komandan pasukan Islam yang gagah berani 
yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Negeri Samba. Bahkan, secara bertahap, Zombie bersama para Ulama setempat sukses mendirikan sebuah Daulah Islamiyah di Brazil.

Di abad ke-XVI, tepatnya sekitar tahun 1550 Masehi, Islam mulai masuk ke Brazil.  Ketika itu, bangsa Portugis memasukkan budak-budak Afrika ke negara penghasil kopi tersebut sebagai tenaga pekerja di kebun tebu. Mayoritas budak-budak Afrika itu beragama Islam sehingga sejak saat itu banyak sekali Muslim dan Muslimah yang tinggal di Brazil.

Hari demi hari, jumlah Muslim di Brazil kian banyak. Selain para pendatang, penduduk asli juga mulai berbondong-bondong masuk Islam, menjadi seorang Mualaf. Status strata kaum Muslim pun semakin kuat, tak hanya berprofesi sebagai pekerja tebu.
Saat posisi Islam di Brazil menguat, Tentara Salib dan Pasukan Salibis membunuh para Ulama dan penyebar Islam serta menghancurkan budaya Islam di Brazil. Pasukan Salibis berusaha menghancurkan Islam hingga ke akar-akarnya. Dan mereka menganggap program mereka berhasil. Islam sudah musnah di Amerika Selatan.

https://umdah.mudimesra.com/2013/11/superhero-wanita-muslim-dari-amerika.html

Dalam kondisi mengkhawatirkan hancurnya peradaban Islam di Brazil pada 1643 silam, muncullah pejuang Islam. Dengan semangat menegakkan syariah Islam, Zombie mendeklarasikan berdirinya Negara Islam di Brazil setelah sebelumnya berdakwah serta syiar Islam ke berbagai pelosok wilayah Brazil. Selain itu, Zombie juga mengajak para tokoh dan pimpinan di daerah terpencil untuk masuk Islam (Mualaf).

Tentara Salibis yang mengira Islam di Brazil telah musnah, sontak tersentak. Rupanya Islam belum mati di negara yang terkenal sepakbolanya tersebut. Zombie kembali menghidupkan serta melestarikan ajaran Rasulullah SAW di Bumi Brazil.

Oleh karena itu, pasukan Salibis bersama tentara Salib langsung menjadikan Zombie sebagai target pembunuhan. Mengetahui perkembangan yang luar biasa dari Islam, pihak Portugis melancarkan peperangan kepada negara kecil yang sedang berkembang di Benua Amerika itu.

Namun demikian- dengan kuasa  kebesaran Allah SWT- Zombie bersama umat Islam Brazil pada peperangan pertama berhasil mengalahkan penjajah hingga berkembang luaslah wilayah mereka.
Bahkan, Zombie juga dapat menaklukkan 20 daerah di wilayah negara bagian Bahi di Brazil. Lalu, terus berlangsunglah negara Islam Brazil ini hingga kurang lebih 50 tahun lamanya.
Perjuangan Muslim kulit hitam melawan imperialis terus berlangsung hingga kekaisaran Portugis yang berada menancapkan pengaruhnya untuk memadamkan perkembangan Islam yang semakin membesar.

Maka kemudian dikirimlah Angkatan Laut Kekaisaran di Eropa untuk membantu Portugis dalam membumihanguskan benih-benih Revolusi Islam pada 1695 Masehi. Hingga, para pejuang Islam gugur satu persatu dan Imperialis semakin mengibarkan bendera kekuasaan mereka di tanah Brazil.

Dan rupanya, Zombie tidak hanya dimusuhi di kala itu. Namanya juga diputarbalikkan faktanya di abad modern ini.
Penjajah Barat mencoba menyebarkan wajah (image) Zombie karena kekhawatiran mereka akan munculnya sosok seperti Zombie di Benua Amerika Selatan.

https://umdah.mudimesra.com/2020/01/tugu-lambang-keberanian-bireuan.html

Warga dunia dipaksa takut dengan penggambaran sosok Zombie yang ditampilkan oleh musuh-musuh Islam sebagai makhluk perusak, kurus dan buruk rupa.

Padahal, fakta sebenarnya kaum Imperialis ingin kembali menghancurkan sejarah bangkitnya Ke-Islaman yang telah tumbuh subur di dunia ini, sebagaimana mereka menghancurkan  Islam di Brazil saat itu.

Dikutip dari kitab Jihad al-Turbanli berjudul “Miatu min Udzoma’ Ummah al-Islam Ghoiru Majro at-Tarikh.”


Khadafi Bukhari





Aceh Gemilang Akankah Terulang


Umdah.mudimesra.com Dahulu, Aceh pernah bangkit dan berjaya pada masa sebelumnya, panji
keemasan aceh juga pernah berkibar pada masa pemerintahan sultan Iskandar Muda,
akan tetapi karena beberapa faktor kerajaan Aceh mulai mengalami kemunduran
tepatnya setelah terjadi konflik area yang hulu balang.

Pada tanggal 15 agustus 2005 terjadilah suatu peristiwa bersejarah sebuah
momentum perdamaian antara Indonesia versus GAM ditanda tangani di Helsinky,
rakyat Aceh meneteskan air mata bahagia setelah puluhan tahun berkubang air mata
duka dan bermandikan darah luka. Sementara disudut lain di Aceh, sekenario maksiat
mulai diarancang seingga berdampak pada sudut pandang bumi terhadap aceh hingga
hari ini, dunia mengakui bahwa Aceh hari ini telah menjadi kota internasional dalam
damai maksiat ramai. Percaya atau tidak fakta didepan mata adalah jawabannya berikut
adalah fakta Aceh hari ini.

https://umdah.mudimesra.com/2016/01/kenapa-aceh-serambi-mekkah.html

1.BOLA (Banyak Orang Lalai Agama)

Rusaknya moral karena lemahnya iman, lemahnya iman karena minimnya ilmu
agama, dan minimnya ilmu agama dikaenakan umat manusia lari dari ulama. Iamn yang
lemah hanya akan menyeret manusia untuk berbuat sesuka hatinya, manusia cuek
terhadap agama. Opini yang dikembangkan seolah-olah agama adalah penjara yang
akan membatasi segala aktivitas dunia. Bukan hanya itu saja, hari kita kerap mendengar
begitu banyak jiwa-jiwa yang mencoba menjerumuskan diri dalam lautan dosa melalui
media masa. Sehingga seramoe mekkah hanya tinggal nama saja

2.Zina Yang Merajalela

Berbicara tentang fakta Aceh yang ke -2 ini memang sudah menjadi buah bibir
manusia dan tidak asing lagi dari 2 daun telinga kita . perlu kita ketahui faktor terjadinya
fenomena ini dikarenakan adanya faktor eksternal. Diantaranya kurangnya perhatian
orang tua serta lingkungan yang serba bebas. Bukan hanya itu saja, peran media masa
juga merupakan pengaruh besar terjadinya fenomena ini sehingga banyak remaja Aceh
terjerumus kedalam kategori 2159 (2 nafsu menjadi 1, 5 menit langsung 9 bulan)

3.Media Masa Sebagai Gerbang Dosa

Di seluruh penjuru Aceh, media masa sudah menjadi kebutuhan pokok manusia,
tidak hanya dikalangan tingkat atas saja, mulai dari orang biasa, rakyat jelata, bahkan
berbagai macam usia terutama remaja. Pada dasarnya media masa dikategorikan
jedalam pesawat sederhana yang membantu meringankan pekerjaan manusia, akan
tetapi yang menjadi masalah besar adalah manusia menyalahgunakannya.
Bahkan menjadikannya sebagai ajang untuk mengumpulkan dosa. Ibarat sebuah pisau,
apabila pisau kita gunakan untuk mengupas mangga maka kita akan memperoleh daging

mangga yang lezat dan menyehatkan. Sebaliknya jika kita gunakan untuk membunuh
maka akan banyak jiwa yang terancam sehingga kita menjadi buronan polisi. Begitu jug
amedia masa, akan sangat banyak manfaat jika digunakan dari segi positif dan akan
sangat mematikan jika digunakan dari segi negatif.

https://umdah.mudimesra.com/2013/07/dayah-dan-perdamaian-di-aceh.html

4.Orang Tua Alergi Pahala

Fakta ini sangat jarang kita sadari. Kita lihat saja begitu banyak jiwa-jiwa yang
menjadi pengukur jaln yang tidak punya kantornya. Penyebabya? Sebagian besar karena
kurangnya perhatian orang tua. Orang tua sibuk dengan dunia sendiri sehingga sang
anak bebas keluar masuk rumah tanpa sepengetahuan orang tua . bayangkan saja ayam
magrib belum pulang sibuk dicariin tapi anak perawan tengah malam belum pulang
tidak pernah di cariin, dan tidak pernah ditanyakan. Jika Tarim bisa berbangga dengan
negerinya sebagai julukan buminya bidadari surga, Aceh juga bisa berbangga dengan
tanah rencong sebagai julukan tanoeh Cut bungoeng lam oen. Tapi semua itu terjadi
tempoe doeloe. Padahal sudah jelas diterangkan bahwasanya mendidik anak dalam
islam wajib hukumnya. Begitupun anak itu adalah amanah, apabila disia-siakan maka
murka Allah akan kembali lepada orang tua.

5.Korupsi Di Aceh Menjadi Juara

Korupsi telah merambat dari kota hingga pelosok desa. Bahkan negara kita yang
berpenduduk mayoritas muslim malah menjadi peringkat pertama sebagai negara
terkorup se-Asia. Korupsi, kolusi dan nepotisme telah menjadi penyakit mental dan
sosial yang mengkristal. Virus-virus telah mewabah, dan melimpah dalam segal lapisan.
Sehingga dampaknya pembangunan terhambat, ekonomi tersumbat, pendidikan
tersendat, dan kemiskinan terus meningkat. Lucunya hal ini sering kita temui bahwa
pelakunya adalah penguasa. Mereka doyan dosadan alergi pahala.

Untuk mengatasi itu semua, mari kita BUMBATA (Buka Mata Buka Telinga)
untuk memperbaiki diri terpuruknya arus global. Jangan sampai kelak islam tinggal nama
dan Al-Quran hanya tinggal tulisannya.
Aceh loen sayang, untuk masa depan yang gemilang . insyaallah akan terulang.


Oleh:Nadya Bunadi Ilyas-ndyrhma_

Hidup terpuji,mati syahid dan masuk surga



(Nu’man Ibn Basyir)


, tempat kaum muslim bertemu dengan Nabi mereka, tempat beliau menyampaikan ceramah dan mengajar mereka tentang segala hal menyangkut agama dan dunia. Semua berdoa kepada Allah agar pokok pohon Islam menancap kuat dan dalam di tempat persemaian yang baru, Madinah Al Munawwarah.

Suatu hari . . .

Basyir ibn Sa’d tiba di rumah usai menghadiri majelis ilmu yang digelar Rasulullah di masjid. Ia disambut istri tercintanya, Umrah bint Rawahah, dengan luapan bahagia. Sebaris senyum menyinsing di wajah sang istri. Ia lalu mendekat kepada sang suami dengan sesosok bayi yang dilahirkannya tadi pagi. Dialah bayi Anshar pertama yang lahir dalam Islam di Madinah pasca-kedatangan Rasulullah.

Basyir bahagia luar biasa. Dipandanginya si anak yang wajahnya berkilat cahaya. Terlontar dari mulutnya sebaris doa agar kelak ia menjadi pahlawan muslim, berjihad di jalan Allah meninggikan syiar Islam.

Tak lama kemudian, Umrah bint Rawahah menyelimuti si jabang bayi dengan sesobek kain, lalu pergi menemui Nabi. Setelah diberkahi dan disuapi kunyahan, beliau lalu memberinya nama Nu’man. “Ia akan hidup terpuji, mati syahid dan masuk surga,” sabda beliau.

Alangkah bahagia Basyir dan istrinya dengan apa yang dikatakan Nabi menyangkut anak mereka, Nu’man itu. Tak syak lagi, kelak ia akan menyambut kesyahidan sebagai pahlawan yang berjihad di jalan Allah. Sungguh seuatu keagungan yang tak terkira mendapat kesyahidan dan masuk surga!
Hari terus berlalu.  Nu’man terus tumbuh dalam dekapan sang ayah dan pelukan cinta kasih sang ibu.
Tiga tahun lewat sudah usia Nu’man ibn Basyir. Pagi itu, begitu bangun tidur, ia melihat ayahnya, Basyir, mengasah pedang, mengapit taming dan tombak. Rupamya ia tengah menyiapkan diri untuk menghadang pasukan gabungan Quraisy, Ghatafan dan Fazarah serta didukung penuh oleh kelompok Yahudi Quraizhah. Mereka berkomplot untuk membetot dakwah Islam dan meratakan Madinah dengan tanah.

Meski usianya masih sangat belia, tetapi Nu’man sangat berharap bisa ikut serta angkat senjata melawan musuh bersama ayahnya dan segenap kaum muslim.
Selang beberapa hari, ayahnya kembali dengan wajah senyum dan wajah berseri-seri. Kaum muslim berhasil memetik kemenangan, sementara musuh pulang kandang memikul beban kekalahan. Sebuah potret yang merasuk ke liang hati Nu’man dan tidak lekang digerus zaman. Peristiwa ini menjadi amunisi sekaligus pemicu semangat untuk mempersembahkan kemenagan kepada Islam. Hari itu ia tahu, betapa kejadianpada hari itu menjadi pelita yang akan terus menerangi jalan hidupnya ke depan; menjadi pelajaran penting yang ia peroleh di masa kanak-kanaknya di sekolah Rasulullah.

Memasuki usia tujuh tahun, Nu’man lalu dibawa ayahnya menghadap kepada Rasululah untuk berikrar masuk islam, memang, bagi Nu’man Islam bukan lagi sesuatu yang asing, hatinya telah menangkap cahaya kebenaran itu semenjak tumbuh kesadarannya terhadap dunia sekitar. Dan, ini menjadi cikal yang kelak membuahkan hasil dan prestasi gemilang.
Tak ada catatan dalam sejarah Islam bahwa Nu’man ibn Basyir ikut serta dalam kancah perang bersama Rasulullah. Juga dalam berbagai ekspedisi militer yang dikirim beliau ke seluruh kawasan di Jazirah Arab. Usianya belum memungkinkan untuk itu.

kisah sahabat lainnya:
https://umdah.mudimesra.com/2015/10/indahnya-berbagi-kisah-sahabat.html

Ketika Rasulullah wafat, usia Nu’man ibn Basyir baru menginjak sebelas tahun. Tetapi, ia ikut merasakan getaran pilu yang meluruhkan semua orang lantaran kewafatan beliau.
Namun, Nu’man ibn Basyir tahu, bahkan turut terlibat dalam sejumlah peristiwa yang terjadi pada kaum muslim di Madinah pada masa Rasulullah. Semua itu sudah terekan dalam benak Nu’man dan meninggalkan jejak di sepanjang tapak hidupnya. Seolah-olah ia tak lepas dari kejadian-kejadian itu.

Nu’man juga aktif mengikuti pelajaran dan nasihat yang disampaikan Nabi, menyimak sejumlah besar hadis yang bersentuhan dengan prinsip dan kaidah-kaidah syarak. Hadis-hadis yang ia rekam dengan segenap kekuatan akal pikiran dan ketajaman cita rasa.

Hidup terus bergulir. Nu’man ibn Basyir turut terjun ke dalam setiap momen peristiwa yang terjadi pada kaum muslim sejak masa pemerintahan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Ia ikut bangga dengan semakin meluasnya wilayah yang tersentuh cahaya Islam, dengan serangkaian penaklukan pasukan muslim di Syiria, Mesir, Irak, Persia, Afrika dan kawasan selatan Eropa. Bahagia ia menyaksikan kaum muslim memetik kemenangan demi kemenangan ata musuh-musuh mereka.

Nu’man ibn Basyir dikenal piawai dalam berorasi dan bersyair. Dialah yang menggubah syair berbunyi:

Kuulurkan harta kepada yang tidak meminta

Kutahu menentang kepada Sang Pemberi itu durhaka



Begitu menemui aku dalam keadaan papa

Tak kan ada lagi kemiskinan di antara kita



Jangan kau anggap Tuhan sekutumu kala kau kaya

Tuhan adalah sekutumu kala kau papa



Bila kerabat yang dijalin dengan rahim menipumu

Dan merasa tak butuh padamu

Maka ia bukanlah kerabatmu



Apakah ia yang telah menyakitimu

Berhak disebut kerabat?

Dan orang yang menepis permusuhan

Yang kau tepis?



Nu’man ibn Basyir juga terkenal dengan kedalaman ilmu dan pemahaman agamanya. Tak heran bila ia ditunjuk Muawwiyah ibn Abi Sufyan menjadi penguasa di Kufah, kemudian gubernur di Hamsh, dan terus berlanjut hingga pemerintahan Yazid ibn Muawwiyah.
Nu’man sangat menyesalkan apa yang dilakukan anak buah Yazid di Karbala terhadap Husain ibn Ali ibn Abi Thalib, cucu Rasulullah, beserta istri dan anak dan keluarganya. Tragedi yang merenggut nyawa Husain tersebut terjadi pada bulan Muharram tahun 61 H.
Sebelumnya, Nu’man sudah berpesan kepada Yazid agar berlaku baik terhadap Husain dan keluarganya, mengingat kedudukannya sebagai cucu Rasulullah. Ia juga mendorong Yazid untuk mengirim Husain sekeluarga ke Madinah Al Munawwarah.
Nu’man ibn Basyir memegang janji dan kesetiannya kepada Dinasti Bani Umayyah hanya sampai periode Yazid. Setelah itu ia berbelok haluan; menolak kekhalifahan Marwan ibn Al Hakam dan membaiat Abdullah ibn Al Zubair sebagai khalifah dan mendoakannya. Sikap dan pernyataan politik Nu’man ini kemudian didukung oleh Dhahhak ibn Qais.
Pertempuran akhirnya tak terelakkan antara kubu Umayyah di bawah pimpinan Abdul Malik ibn Marwan dan kubu Dhahhak ibn Qis sebagai pendukung Abdullah ibn Al Zubair. Kelak pertempuran ini dikenal dengan dengan tragedi “Marj Rahith”.
Pertempuran Marj Rahith berakhir dengan kekalahan kubu Dhahhak-Nu’man dan kemenangan kubu Umayyah. Nu’man berusaha kabur. Ia pergi meninggalkan Hamsh tanpa tujuan yang jelas, tak tahu kemana ia harus bersembunyi. Tiba di sebuah desa bernama Biran, ia kepergok orang-orang Umayyah, lalu ia dibunuh ole Khalid ibn Adi Al Kilabi, seorang warga Hamsh. Kepalanya dipenggal lau dilemparkan ke kamar istrinya, sebelum akhirnya dikirim ke Marwan ibn Al Hakam.

Begitulah akhir hayat Nu’man ibn Basyir. Ia gugur sebagai syahid demi membela kebenaran sebagaimana dituturkan Rasulullah dahulu saat ia dilahirkan .
Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Nu’man ibn Basyir , salah satu pemuda jebolan sekolah Rasulullah yang hidup terpuji, gugur sebagai syahid dan dijanjikan masuk surga oleh Nabi.

Muhammad Hadi Subulana