Generasi Kita Dikhawatirkan

No comments


umdah.mudimesra.com  Tidak sempurna rasanya meyelami lautan namun tidak memperoleh mutiara intan dan permata dainya. Demikian pula tidak sempurna mengarungi samudra Alquran namun sunyi dari pada intan dan permata darinya, demikain yang disampaikan oleh Imam Ghazali dalam kitab Jawahir.

As Suyuti daidalam Itqan jug a mengkonfirmasikan bahwa Alquran adalah mukijat umat yang cerdas kendati memahami Alquran butuh kepada rasio lalu ini yang membuat Alquran menjadi satu kajian yang tidak pernah ada habisnya. Alquran juga mukijizat yang terus memberikan pengaruh diseluruh tempat dan zaman berbeda dengan mukjizat yang terlihat secara langsung ketika dibutuhkan misalnya Nabi mengelurkan air dari kelingkingnya.

Alquran adalah mukjizat yang paling agung diantara semua mukjizat seluruh Nabi. Seseorang atau kelompok yang mengikuti Alquran dia akan mulia dunia akhirat. Sebaliknya mereka yang jauh dari Alquran akan terseret dan hina. Allah SWT telah menginformasikan kehinaan mereka dengan kisah kisah yang ada didalam alquran seperti Abu Lahab dan kisah Fir’un. Allah abadikan kehinaan mereka untuk menjadi pelajaran bagi manusia.

Allah menjamin didalam beberapa ayat tentang kebenaran Alquran misalanya didalam surat Kahfi ayat pertama :

 الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا
 Segala puji bagi Allah yang menurunkan Alquran dengan tidak bengkok ( selalu dengan keadaan benar).

Namun yang menjadi masalah kita sekarang apakah kita telah mewarisi generasi yang Qurani ? padahal, mencatak genarasi adalah sebuah keharusan demi keberlangsungan sebuah peradaban. Mau tidak mau, siap atau tidak kita akan meninggalkan dunia ini, dan bentuk dunia di masa akan datang  tergambar oleh generasi setelah kita. Lalu sesiap apakah kita dalam mendidik generasi yang Qurani ? khusunya di Aceh.

Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengatakan bahwa 82 persen mahasiswa yang baru masuk Unsyiah tidak mampu membaca Alquran.“Hanya 18 persen yang bisa membaca Alquran dengan baik atau lulus Iqra’ 6,” Walaupun penelitian diatas tidak di batasi bagaimana batasan yang dianggap tidak membaca Alquran setidaknya ini adalah kisi kisi bagaimana generasi kita dimasa yang datang.

Menurut cerita, orang Aceh dahulu habis Magrib mereka selalu ada suara Alquran ditiap rumah. Bukan suara yang lain. Orang duhulu begitu gencar dalam masalah Alquran bahkan jika anak mereka tidak mampu membaca Alquran adalah menjadi satu aib yang sangat besar dikeluarga. Dengan kondisi aceh yang demikian puluhan tahun yang lalu, hari ini masih ada orang Aceh yang berusia misalnya, 30 tahun tidak bisa membaca alquran, lalu bagaimana kondisi Aceh kedepan dengan keadaan hari ini yang sangat sunyi dari Alquran dirumah rumah mereka ? Nauzubillah

riz.ar


No comments

Post a Comment