Allah Bersama orang yang Bertaqwa

No comments

Majalahumdah.comTaqwa adalah menjujung tinggi perintah Allah dan menjauhi laranganNya baik secara terang terangan ataupun secara sembunyi sembunyi. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu hajar dalam Fathul Bari.  Ketakwaan yang paling sukar bagi manusia adalah rasa taqwa saat dia sendiri dalam kesunyian karena tidak ada satu orang pun yang melihatnya. Sekalipun sukar namun nilai keikhlasan akan mudah muncul sebab orang tersebut tidak timbul ria dalam beramal.

Ketaqwaa adalah hal yang sangat spesial bila dia ada dalam diri manusia, dalam artian kedudukan orang tersebut akan mulia tanpa motivasi keduniaan semisal harta dan jabatan. Ini adalah kelebihan agama Islam bagaimana dia tidak melihat kedudukan hamba dan manjikan, raja dan rakyat. Ketaqwaan yang ada pada diri Bilal bin Rabbah, misalnya membuat sosok budak hitam legam tersebut sederajat dengan kolomerat sekaligus mantan majikannya Abu Bakar Siddiq.

https://www.majalahumdah.com/2015/09/jalan-menuju-taqwa.html

Ketakwaan seseorang semakin memikat bila seseorang mampu mengkolaborasikan taqwanya dengan sifat sifat mulia. Dermawan, tawadhuk dan ringan tangan membuat ketaqwaan semakin sempurna. Selain itu petunjuk diraih oleh seseorang bilamana dia menjadikan taqwa sebagai metode atau  jalan.
Adapaun sebab-sebab taqwa sangat banyak, diantaranya seperti yang dijelaskan Hafid Hasan Al-Mas’udy dalam Taisir Khalaq fi Ilmi Akhlak. Menyadari bahwa kita adalah hamba yang sangat  hina. Dan menyadari bahwa Allah adalah zat yang Maha Kuat. Dan tidak sepantasnya bagi Hamba untuk kemudian bermaksiat karena ubun ubun manusia berada dalam genggaman Allah SWT.  Al Hafid melanjutkan sebab taqwa adalah mengingat kebaikan yang Allah curahkan tidak mengenal batas waktu.

Selain itu Hafid Hasan Al-Mas’udy juga memaparkan kehasilan atau buah dari pada ketaqwaan. Bahkan beliau mengklarifikasikannya kedalam dua poin. Petama kehasilan yang diperoleh didunia dan kedua, diakhirat. Hasil taqwa di dunia adalah bagus sebuta. Orang bertqwa akan dianggap orang yang menciptakan kesan yang baik dimasyarakat, memiliki kedudukan yang tinggi. Dianggap orang yang memilki kedudukan oleh para pembesar dan pendapatnya dipandang oleh para cendikiawan.
Buah ketaqwaaan diakhirat adalah mendapatkan kemengan dengan masuk dalam surganya Allah, dan telepas dari neraka. Cukupalah segala kemuliaan itu dengan ketaqwaan. Allah berfirman “ Bahwa seseungguhnya Allah bersama orang orang yang bertaqwa dan orang orang yang berbuat kebajikan ”.

riz.ar

No comments

Post a Comment