Apakah orang berilmu bisa tertipu?

No comments


umdah.mudimesra.com - Di dalam kehidupan ini,semua manusia di dalam melakukan aktifitas selalu berhati hati di dalam memilih perbuatan nya,apakah itu bisa menjadi sebuah sumber kebahagian untuk nya,ataupun menjadi sebuah ladang malapetaka,yang tentu nya mereka tak mau yang namanya tertipu.namun hal yang dikhawatirkan ini bisa terjadi pada seorang yang tak pernah terlintas di pikiran kita,yaitu orang yang berilmu,yang sudah mendalami lautan pengetahuan agama sehingga dia menjadi seorang alim.

Apakah mungkin dia yang sudah mempunyai ilmu bisa tertipu juga??hal ini pernah di utarakan oleh imam al ghazali di dalam salah satu kitabnya.beliau mengatakan orang –orang berilmu yang tertipu terbagi ke dalam beberapa golongan,di antaranya adalah:

Golongan pertama,mereka yang menguasai ilmu agama,tetapi lengah untuk mengawasi tubuhnya dari terpaan angin maksiat dan gagal mengarahkan nya kepada jalur yang dirizai oleh Allah,mereka telah di silaukan oleh ilmu mereka dan menyangka dekat dengan Allah.mereka beranggapan bahwa Allah tidak akan menyiksa orang-orang berilmu agama seperti mereka yang memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah.

Mereka telah tertipu dengan buaian kemaksiatan,andai mereka mau melihat dengan mata hati tentulah mereka tau bahwa ilmu ada dua macam,ilmu amal dan ilmu makrifah.
Ilmu-ilmu amal,seperti mengetahui mana yang halal dan mana haram dan mengetahui apa itu akhlak terpuji dan mana yang namanya akhlak tercela,yang fungsi ilmu ini hanya untuk di amalkan,maka jikalau tidak di amalkan ilmu ini tidak ada harganya,cuman sebuah penghargaan yang sudah susah payah di usahakan untuk mendapatkan,kemudian hanya menjadi sebuah pajangan belaka,perbandingannya seperti resep yang di berikan dokter kepada pasiennya,jika ia Cuma membaca resep tersebut dan tidak mau meminum obat yang telah di anjurkan maka bukanlah kesembuhan yang di dapatkan melainkan kesia-siaan semata.

Begitu halnya dengan ilmu makrifat dia mengenal Allah beserta sifat dan asma-asmanya tetapi seluruh ketaatan tidak ia lakukan sebagai bentuk ketakwaan dirinya kepada Allah,bahkan ia melanggar segala perintah dan aturan-aturannya maka ketertipuan orang ini sangatlah parah,maka ingatlah imu pengetahuan bukan sekedar untuk pengetahuan tetapi yang dinamakan pengetahuan adalah yang di iringi dengan amalan.

https://www.umdah.mudimesra.com/2016/04/tipuan-iblis-bagi-orang-alim.html


Golongan kedua,para alim ulama yang menguasai ilmu agama dan mengamalkan imunya,melaksanakan berbagai ketaatan dan meninggalkan setiap kemaksiatan,namun ada suatu hal yang tidak di periksa,mereka lupa memerhatikan hatinya dan menghapus sifat-sifat yang tercela. Orang-orang yang seperti ini hanya menghiasi lahir mereka namun mengabaikan batinnya,mereka melupakan sabda Rasulullah saw “sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk atau kekayaan kalian tetapi melihat hati dan perbuatan kalian”, maka hati adalah rajanya amalan, jika seseorang menginginkan amalannya penuh dengan kebaikan maka perhatikanlah pemimpinnya,jika hatinya baik dengan berbagai amalan lahir maka ia baik,dan jika hatinya buruk maka ia juga buruk meskipun banyak amalan lahir yang dilakukannya,begitu juga dengan kealima seseorang, Allah tidak melihat seberapa banyak ilmu yang ia miliki,tetapi yang penting nya adalah hatinya,apakah dia telah mengimages hati nya ke jalan yang benar ataupun sebaliknya.

Golongan ketiga,orang yang berilmu tersebut menyadari bahwa batin mereka berakhlak tercela dalam pandangan syariah namun karena sikap ujub yang tersimpan di dalam dirinya membuat mereka mengira tidak mungkin kelak diminta pertanggung jawab atas akhlak tercelanya tersebut.pangkat mereka telah tinggi,karena itu,ketika menampakkan sikap sombong,cinta kekuasaan,dan mencari kehormatan,kata-kata yang mereka utarakan adalah “ini bukanlah sebuah kesombongan,melainkan usaha untuk menunjukkan kejayaan agama dan kemulian ilmu”.mereka itu terlalu lalai dengan keilmuan nya,sehingga musuh terbesar nya,yaitu setan sudah lama mengintai nya dan dia menggap itu cuman hal biasa saja,maka berhati-hati lah di dalam semua permasalahan agama,jangan menggap remeh suatu permasalahan,bahkan orang berilmu saja bisa juga tertipu,terus lah berusaha namun jangan lah lengah ke dalam jurang buaian godaan syaitan,maka seberapa pun kealiman seseorang,berapa pun tinggi nya pengetahuan,tentunya yang namanya angin akan selalu menerpa. 


Muhammad Hakiki_kh


No comments

Post a Comment