Siapa yang Paling Bahagia?

No comments


umdah.mudimesra.com  “Aku tidak melihat kebahagiaan itu dengan mengumpul harta.Tetapi orang yang bertaqwa itulah orang yang bahagia.Bukanlah orang bahagia itu adalah orang yang dibahagiakan oleh dunianya. Karena sungguh orang bahagia itu adalah orang selamat dari api neraka” (Syair)

In qulta (jikaengkau berkata) siapa yang paling bahagia ? Qultu (aku berkata), sebagai penuntut maka pena akan saya angkat bicara serta menulis bahwa makhluk tuhan yang paling bahagia adalah para penuntut ilmu. Setuju ?Sebelumnya mari kita defenisiakan kebahagian. Kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens.

Kebahagiaan adalah dambaan semua kita, baik yang papa atau kaya. Bijaksana atau  durjana. Motivasi menuju kesana juga sering menjadi pembicaran para motivator di audotorim atau di di atas mimbar  para dai.Bahkan seorang anak semenjak dari kecil sudah di konsep oleh orang tuanya agara kelak besar dia adalah anak yang bahagia. Harapan kesulitan hidup yang pahit yang pernah dia alami tidak ingin dialami oleh anak.

Meneruskan asumsi diawal tadi.Inqulta Qultu , siapa yang paling bahagia dalam hal canda dan tawa. Bukan apa- apa dan takseberapa.Bagi saya, santri dengan lima ribu saja bisa khem raya raya. Ini yang pernah pena dengar dari guru guru sepertinya mantra ini adalah isyarat betapa uang bukanlah oriantasi kebahagiaan toh buktinya uang sedikit bisa membuat kita sedikit bahagia. Beda dengan di luar dayah sampai ada istilah kalau ngomong harus sesuai uang jajan.Betapa uang itu kadang menuntukan kebebasan berekspresi. Kehidupan pesantren melatih kita untuk hemat dan dermawan. Kok bisa ? apa ia ? cari tau saja ?

Semua kita cinta dengan kebaikan. Siang ini setelah ujian terakhir,sekali duduk pena mengahabiskan 79 halaman Hujan, novel Tere Liya. Disana ada remaja bernama Lail dan Esok. Dua tokoh anak yang kurang beruntung akibat bencana hebat menerpa kota. 79 halaman itu sanggup menyihir pena ingin menjadi sosok Esok.Dia bagai malaikat bagi gadis 13 tahun bernama Lail. Lail kehilangan Ibunya dalam tangga darurat kereta api bawah tanah.  Tidak ada yang tidak suka dengan kebaikan sebab buahnya adalah kebahagian.

Selanjutnya jika kebahagian itu digambarakan dalam bentuk amalan shalih maka Alhamdulillah wa syukrulillah, kalian para santri sangat tepat. Iya kalian adalah orangnya. Bahagia that that. Pada suatu ketika seorang guru berkata “ Saya iri terhadap santri, kehidupnya rapi. Semuanya sudah terjadwalkan. Amalan shalih istiqamah”. Tiga hal. Santri, amal shalih dan bahagia. Seperti sirkulasi makanan yang tidak pernah saling cemooh.

Senada dengan yang dikatakan Syekh al-Samarqandi dalam Tanbih al-Ghafilin, orang bahagia dia yang shalat lima waktu dengan tepat, melakukan perbuatan yang bermanfaat, bersahabat dengan orang shalih, dermawan dan tawadhu. Insya Allah apa yang disebutkan oleh nya ada pada diri santri maka pantas santri adalah orang yang bahagia.  

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (An -Nahl 97)


 riz.ar

No comments

Post a Comment