Aceh Gemilang Akankah Terulang

No comments

Umdah.mudimesra.com Dahulu, Aceh pernah bangkit dan berjaya pada masa sebelumnya, panji
keemasan aceh juga pernah berkibar pada masa pemerintahan sultan Iskandar Muda,
akan tetapi karena beberapa faktor kerajaan Aceh mulai mengalami kemunduran
tepatnya setelah terjadi konflik area yang hulu balang.

Pada tanggal 15 agustus 2005 terjadilah suatu peristiwa bersejarah sebuah
momentum perdamaian antara Indonesia versus GAM ditanda tangani di Helsinky,
rakyat Aceh meneteskan air mata bahagia setelah puluhan tahun berkubang air mata
duka dan bermandikan darah luka. Sementara disudut lain di Aceh, sekenario maksiat
mulai diarancang seingga berdampak pada sudut pandang bumi terhadap aceh hingga
hari ini, dunia mengakui bahwa Aceh hari ini telah menjadi kota internasional dalam
damai maksiat ramai. Percaya atau tidak fakta didepan mata adalah jawabannya berikut
adalah fakta Aceh hari ini.

https://umdah.mudimesra.com/2016/01/kenapa-aceh-serambi-mekkah.html

1.BOLA (Banyak Orang Lalai Agama)

Rusaknya moral karena lemahnya iman, lemahnya iman karena minimnya ilmu
agama, dan minimnya ilmu agama dikaenakan umat manusia lari dari ulama. Iamn yang
lemah hanya akan menyeret manusia untuk berbuat sesuka hatinya, manusia cuek
terhadap agama. Opini yang dikembangkan seolah-olah agama adalah penjara yang
akan membatasi segala aktivitas dunia. Bukan hanya itu saja, hari kita kerap mendengar
begitu banyak jiwa-jiwa yang mencoba menjerumuskan diri dalam lautan dosa melalui
media masa. Sehingga seramoe mekkah hanya tinggal nama saja

2.Zina Yang Merajalela

Berbicara tentang fakta Aceh yang ke -2 ini memang sudah menjadi buah bibir
manusia dan tidak asing lagi dari 2 daun telinga kita . perlu kita ketahui faktor terjadinya
fenomena ini dikarenakan adanya faktor eksternal. Diantaranya kurangnya perhatian
orang tua serta lingkungan yang serba bebas. Bukan hanya itu saja, peran media masa
juga merupakan pengaruh besar terjadinya fenomena ini sehingga banyak remaja Aceh
terjerumus kedalam kategori 2159 (2 nafsu menjadi 1, 5 menit langsung 9 bulan)

3.Media Masa Sebagai Gerbang Dosa

Di seluruh penjuru Aceh, media masa sudah menjadi kebutuhan pokok manusia,
tidak hanya dikalangan tingkat atas saja, mulai dari orang biasa, rakyat jelata, bahkan
berbagai macam usia terutama remaja. Pada dasarnya media masa dikategorikan
jedalam pesawat sederhana yang membantu meringankan pekerjaan manusia, akan
tetapi yang menjadi masalah besar adalah manusia menyalahgunakannya.
Bahkan menjadikannya sebagai ajang untuk mengumpulkan dosa. Ibarat sebuah pisau,
apabila pisau kita gunakan untuk mengupas mangga maka kita akan memperoleh daging

mangga yang lezat dan menyehatkan. Sebaliknya jika kita gunakan untuk membunuh
maka akan banyak jiwa yang terancam sehingga kita menjadi buronan polisi. Begitu jug
amedia masa, akan sangat banyak manfaat jika digunakan dari segi positif dan akan
sangat mematikan jika digunakan dari segi negatif.

https://umdah.mudimesra.com/2013/07/dayah-dan-perdamaian-di-aceh.html

4.Orang Tua Alergi Pahala

Fakta ini sangat jarang kita sadari. Kita lihat saja begitu banyak jiwa-jiwa yang
menjadi pengukur jaln yang tidak punya kantornya. Penyebabya? Sebagian besar karena
kurangnya perhatian orang tua. Orang tua sibuk dengan dunia sendiri sehingga sang
anak bebas keluar masuk rumah tanpa sepengetahuan orang tua . bayangkan saja ayam
magrib belum pulang sibuk dicariin tapi anak perawan tengah malam belum pulang
tidak pernah di cariin, dan tidak pernah ditanyakan. Jika Tarim bisa berbangga dengan
negerinya sebagai julukan buminya bidadari surga, Aceh juga bisa berbangga dengan
tanah rencong sebagai julukan tanoeh Cut bungoeng lam oen. Tapi semua itu terjadi
tempoe doeloe. Padahal sudah jelas diterangkan bahwasanya mendidik anak dalam
islam wajib hukumnya. Begitupun anak itu adalah amanah, apabila disia-siakan maka
murka Allah akan kembali lepada orang tua.

5.Korupsi Di Aceh Menjadi Juara

Korupsi telah merambat dari kota hingga pelosok desa. Bahkan negara kita yang
berpenduduk mayoritas muslim malah menjadi peringkat pertama sebagai negara
terkorup se-Asia. Korupsi, kolusi dan nepotisme telah menjadi penyakit mental dan
sosial yang mengkristal. Virus-virus telah mewabah, dan melimpah dalam segal lapisan.
Sehingga dampaknya pembangunan terhambat, ekonomi tersumbat, pendidikan
tersendat, dan kemiskinan terus meningkat. Lucunya hal ini sering kita temui bahwa
pelakunya adalah penguasa. Mereka doyan dosadan alergi pahala.

Untuk mengatasi itu semua, mari kita BUMBATA (Buka Mata Buka Telinga)
untuk memperbaiki diri terpuruknya arus global. Jangan sampai kelak islam tinggal nama
dan Al-Quran hanya tinggal tulisannya.
Aceh loen sayang, untuk masa depan yang gemilang . insyaallah akan terulang.


Oleh:Nadya Bunadi Ilyas-ndyrhma_

No comments

Post a Comment