Hidup bersyukur itu lebih nikmat hidup di dayah jadi semangat

No comments
hidup bersyukur itu lebih nikmat hidup di dayah jadi semangat
[Foto:Mudimesra.com]

Hidup Bersyukur Itu Lebih Nikmat, Hidup di Dayah Jadi Semangat

umdah.mudimesra.com - Hidup tidak bersyukur akan terasa lebih berat kenapa? Karena melawan ketentuan yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
Orang yang bersyukur itu sepaerti orang yang mengemudi bahtera yang mengikuti arus jalannya mudah saja, enak, gampang diarungi, terasa nikmat.Sedangkan orang yang tidak bersyukur bak orang yang mengarungi lautan dengan melawan arusnya tentu terasa berat dan medannya tidak mudah diarungi, terasa sulit, tersiksa karena mereka tidak mengikuti arus yang ada.
Kenapa diantara mereka banyak yang mengatakan “Hidup didayah itu membosankan, malas, jenuh, muak dan sebagainya” itu tidak lain karena mereka tidak bersyukur dengan keadaan,mereka tidak mau menerima anugerah yang telah diberikan.Ya, jelaslah kehidupan terasa berat karena mereka telah melawan pemberi nikmat yaitu Allah Rabbul Jalali wal Ikram.

Juga betapa banyak orang yang tidak semangat hidup di dayah, ada yang mengeluh karena disini bukan pilihannya ada yang sudah belajar, berusaha, sehingga mereka mengatakan”Rugoe abeh peng mantoeng taduek di dayah jeut cit hana leubeuh geut tawoe u gampoeng (Rugi mondok didayah uang habis ilmu tidak di dapat lebih baik pulang kampung)” ini kata orang yang sudah berusaha namun belum diberi kepintaran oleh Allah SWT, sehimgga semangat mereka melemah lebih lagi ketika mereka melihat orang yang tidak belajar namun mereka lebih pintar.Ketahuilah bahwa setiap manusia ada kelebihan juga ada kekurangan maka, jangan iri terhadap kelebihan orang lain akan tetapi hargailah semua itu.

Kita selalu melihat kelebuhan yang ada pada orang lain, sedangkan kita selalu berfikiran kita ini tidak memiliki kelebihan alias serba kekurangan sehingga membuat kita berhenti untuk meyakinkan diri bahwa diri ini akan bisa mampu mencapai sebuah keberhasilan “Melihat kekurangan pada diri sendiri dan menganggap orang lain bisa”adalah sikap menghinakan diri, sikap inilah yang membuat semua orang berhenti melangkah menuju ke depan untuk mencapai cita-cita.
Kenapa sih? Kita selalu melihat kekurangan pada diri kita padahal sudah jelas setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan.Kenapa kita selalu berprasangka buruk pada diri kita sendiri sehingga fikiran kita tertutup, berfikirlah bahwa kita juga sama dengan orang lain, sama-sama memiliki kelebihan, maka tugas kita sekarang adalah mencari dimana kelebihan yang ada di dalam diri kita. Jangan bilang tidak ada, bohong kalau ada yang mengatakan di dalam diri seseorang itu tidak memiliki kelebihan, setalah kita temukan kelebihan kita maka selanjutnya kembangkan, kita punya kelebihan dari bidang dakwak kembangkan, luruskan niat karena Allah.Kita punya kelebihan tentang memahami ilmu nahu misalnya atau saraf maka dalamilah ilmu tersebut, sampaikan kepada mereka yang belum memahami.

Sadarilah bahwa kita juga memiliki kesempatan seperti orang lain dalam mencapai suatu arah dan tujuan yang berujung kepada suatu keberhasilan yang semua orang mengnginkannya, semua orang mendambakannya sehingga dengan cara inilah semangat kita akan terpancar kembali kalau semangat sudah ada maka apapun yang kita rencanakan walaupun berat rasanya mudah-mudah saja .Maka jangan menghinakan diri kita dengan melihat kekurangan lantas kita lupa terhadap kelebihan yang telah Allah simpan pada diri kita padahal itu jauh lebih besar daripada kekurangan yang tidak seberapa, semua ini (kelebihan) tidak nampak kita lihat karena betapa pesimisnya kita terhadap diri sendiri.

Sekarang lakukanlah apa yang bisa kita lakukan selamatidak melangkahi aturan yang ada, tidak meyakiti orang lain, juga tidak menyakiti diri sendiri dan yakinlah bahwa diri ini tetap yang terbaik.Dan terakhir tetap semangat dalam belajar dan mengajar syukurilah dan nikmatilah hidup yang telah Allah berikan maka hidup ini akan lebih mudah dan indah.[]hibbik.
M. Khalil Habibullah.
Seulimeum  

No comments

Post a Comment